Kamis, 27 Februari 2020

Kebaikan Akan Menyebar Hingga Pedalaman




Berinfak online membuatmu ragu? 

Siapa yang tahu, yayasan itu benar ada atau nggak. Apakah benar akan disalurkan ke mereka yang berhak menerima? Bagaimana kalau itu program kemanusiaan yang disebar hanya untuk mengumpulkan dana sekelompok orang saja? Kalau mau aman, infak saja di masjid, pondok pesantren atau panti asuhan terdekat, bisa langsung nyata di berikan. Demikian ungkapan beberapa kawan yang pernah saya dengar

Eitss... Tunggu dulu.

Tahan dulu semua asumsi itu. Sempatkan waktumu untuk membaca catatan sederhana ini, kawan!

Dulu, saya pernah bekerja di sebuah lembaga zakat. Alhamdulillah, dipertemukan dengan banyak orang yang peduli dengan usaha perbaikan umat. Tugas utama lembaga sosial seperti ini memang membuat program yang menyentuh langsung kebutuhan umat yang mendesak maupun yang bersifat jangka panjang. Dan itu tidak mudah, diperlukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Saat program bisa terlaksana dengan sukses, masih harus dipikirkan kegiatan follow upnya, agar program kebaikan tersebut dapat berlangsung simultan dan berkesinambungan. Ribet kan? Pasti. Maka, jangan pernah meremehkan kerja-kerja kebaikan para relawan di lembaga filantropi. Pekerjaan mereka tidak sekedar mengumpulkan uang terus membagikan ke yang berhak. Tapi lebih dari itu, mereka akan terus bergerak memberikan andil pada penyelesaian permasalahan umat, sekecil apapun kontribusinya tapi sangat bermanfaat bagi masyarakat. 

Setelah mengundurkan diri dari pekerjaan karena fokus mengurusi rumah tangga, saya masih memperhatikan perkembangan filantropi di Indonesia yang luar biasa. Subhanallah, di tengah himpitan ekonomi nasional yang menyesakkan, masih banyak warga negeri ini yang tergerak untuk mendukung program-program kebaikan.

Suatu ketika, saya mendapatkan amanah untuk menyalurkan sejumlah uang untuk diinfakkan. Tak lama, saya langsung menyerahkan uang tersebut ke beberapa lembaga sosial di kota saya dan lembaga yang menangani bantuan umat Islam internasional di beberapa wilayah konflik. Lantas saya berpikir, bagaimana jika infak  tersebut juga bisa menyentuh ke saudara sesama muslim yang jauh berada di pedalaman Indonesia, yang akses untuk mendapatkan bantuan nyaris sedikit sekali. Alhamdulillah, dipertemukan dengan Lembaga Insan Bumi Mandiri di laman sosial media. Saya pun beberapa kali menyalurkan amanah infak ke lembaga filantropi yang bergerak untuk membangun pedalaman Indonesia timur ini.  

Berkantor pusat di kota Bandung, tapi fokus kegiatan di pedalaman Indonesia timur. Aneh kan? Saya juga awalnya seperti itu. Tapi, sepemahaman saya, mungkin lembaga ini memang fokus di pedalaman karena masih sedikitnya lembaga filantropi yang bergerak disana. Jadi, program kebaikan bisa menyebar hingga pelosok, tak hanya di pulau Jawa atau wilayah lain yang mudah dijangkau. Meski tak sekalipun berjumpa ataupun mengenal para pengurus dan relawan, saya percaya dengan Insan Bumi Mandiri. Infak yang tak seberapa tersebut telah sampai ke yang berhak dan dipergunakan secara amanah dan bertanggung jawab menyelesaikan program kebaikan yang sedang berlangsung. Setiap transfer infak, saya juga langsung mendapatkan notifikasi dan sambutan yang hangat. Secara berkala, ada pemberitahuan resmi tentang beberapa program yang menjadi target untuk segera diselesaikan. Sebagai donatur, saya merasa senang bisa memantau perkembangan berbagai program kebaikan Insan Bumi Mandiri. Kebaikan yang terus menerus, menyentuh berbagi lokasi pedalaman yang saya sendiri tidak  mengetahui lokasinya. Saya hanya bisa membayangkan, wajah-wajah yang tersenyum hangat kaum muslim setelah apa yang mereka butuhkan dapat terwujud atas ridha Allah lewat program yang dilaksanakan Insan Bumi Mandiri. Ya Allah, bahagianya membayangkan mereka bersujud syukur.

Berikut beberapa dokumentasi program kebaikan yang tengah diperjuangkan oleh Insan Bumi Mandiri.





Belum pernah mendengar lembaga Insan Bumi Mandiri? Mudah saja. Cukup mampir ke halaman mereka di https://insanbumimandiri.org. Ada banyak program kebaikan yang diemban, seperti pembangunan berbagai sarana ibadah masjid/musholla, bantuan biaya pendidikan, kesehatan, maupun program pemberdayaan masyarakat. Kita bisa menentukan sendiri, infak akan diberikan untuk membiayai program apa. Percayalah, berapapun infak yang diberikan, sekecil apapun itu sangat berarti untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berinfak dengan nominal harga semangkuk bakso atau makanan favorit kamu lainnya? Bisa. Bagaimana penyerahan infaknya? Mudah saja. Tinggal transfer ke rekening resmi Insan Bumi Mandiri di BCA, BSM, Bank Mandiri, BRI atau BNI. Kita juga bisa lho berinfak melalui GoPay atau OVO. Berinfak semudah kita belanja online. Bedanya, bukan barang yang akan kita peroleh, tapi pahala amal jariyah yang akan terus mengalir hingga hari pembalasan kelak.

Nah, semoga info ini bermanfaat ya kawan. Yuk, wujudkan perubahan itu sekarang. Bergabunglah dalam barisan para pejuang kebaikan, menjadi Sahabat Pedalaman yang akan mencetak Jejak Kebaikan di pelosok Indonesia.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja kebaikan para relawan Insan Bumi Mandiri, saya persembahkan video sederhana ini. 4 tahun bukan waktu sebentar untuk istiqomah membantu umat yang sedang dirundung berbagai permasalahan. Semoga tetap semangat dan terus menebar kebaikan di negeri ini.
Barakallahulakum...



Tulisan ini didekasikan untuk menyemarakkan lomba blog bertema ‘Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri : Jejak Kebaikan di Pedalaman Indonesia’.